Selasa, 25 Maret 2014

Pesona Pantai Licin di desa Lebak Harjo


Hembusan angin sepoi-sepoi di bawah pohon rindang diikuti oleh gemericik suara ombak pantai yang malu-malu menunjukkan pesonanya. Panorama indah yang bisa dinikmati oleh wisatawan di tepi pantai Licin Dusun Lebaksari Desa Lebakharjo Kabupaten Malang. Pantai yang masih perawan ini belum banyak dijamah oleh para pengunjung, sehingga pemandangan yang terlihat masih alami dan asri.

Sejarah Pantai Licin          
            Warga Lebakharjo merupakan salah satu masyarakat yang turut serta dalam penemuan pantai ini. Segenap warga di beberapa dusun saling gotong-royong untuk membuat jalan menuju pantai dengan menggunakan cangkul dan alat tradisional lainnya. Harapan dari bakti merintis jalan,  jalur ini bisa ditempuh oleh kendaraan dan dikenal oleh wisatawan sehingga mereka bisa ikut menikmati keelokan pantai licin. Keterbatasan alat dan akomodasi untuk perbaikan jalan memang sedikit terhambat karena aktor yang berperan barulah warga setempat tanpa adanya bantuan dari pemerintah, terang Mauji ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Lebakharjo.
Pernyataan itu dilengkapi oleh Suja’i, ketua dusun Lebaksari  bahwa awalnya, pantai elok di dusun licin ini diberi nama pantai putih. Setelah pemerintah mencanangkan (PLBBM) yaitu program dari kelautan, nama pantai ini dirubah menjadi pantai licin oleh kelompok nelayan yang tergabung dalam Licin Jaya sekitar tahun 2006. “Perubahan nama pantai ini juga diikuti oleh nama dusunnya dari dusun Licin menjadi dusun Lebaksari,” jelasnya.

Lebakharjo dan Pantai Licin sebagai Pariwisata Internasional
            Mauji melanjutkan penjelasannya terkait desa Lebakharjo dan pantai licin tersebut. Lebakharjo telah mendapatkan nama desa (Praja Muda Karana) pramuka, karena perjuangan dari anak pramukalah yang membuat desa Lebakharjo bisa berkembang dan maju. Di desa ini, telah sering digunakan untuk perkemahan internasional yang tentunya melibatkan banyak warga negara asing. Kawasan dan lingkungan yang memadai membuat Lebakharjo banyak dilirik oleh pramuka dunia. Dan untuk kebersihan wilayah, Lebakharjo selalu mendapat peringkat pertama.
            Dengan adanya potensi dari Lebakharjo dan adanya dukungan dari pemerintah, Mauji yakin Lebakharjo sekaligus pantai licin akan menjadi lirikan banyak wisatawan asing. Walaupun jalan yang ditempuh cukup berliku dan menantang, pesona indah desa Lebakharjo yang dipenuhi oleh lambang-lambang pramuka sekaligus keelokan keasrian pantai licin akan membayar semua kelelahan yang telah dirasakan.

Nuansa Alami sebagai Pesona Pantai Licin
Pantai licin memiliki pohon-pohon yang masih alami, pohon-pohon besar di tepi pantai yang nyaman untuk beristirahat sembari menikmati pemandangan pantai dengan hiasan batu-batu karang yang terlihat megah di  tengah lautan luas. Batu karang ini mempunyai nama seperti manyang, gunung gede, dan gereja.
            Sebelah utara pantai terdapat Kerangkungan, yaitu daerah pantai yang digunakan untuk matapencaharian nelayan guna mencari ikan, sehingga terdapat banyak perahu berjejeran. Disana, pengunjung juga bisa membeli ikan segar dari nelayan sebagai buah tangan. Tidak hanya itu, ikan laut juga masih bisa dijumpai di bagian selatan pantai licin, walaupun tidak sebanyak di Kerangkungan, karena pantai bagian selatan ini memang untuk pariwisata. Namun, pengunjung masih bisa bersantai sambil memancing di atas batu karang. Tidak membutuhkan waktu lama, dalam beberapa menit menunggu saja sudah ada ikan yang teperdaya oleh umpan pancing itu.
            Marlinda Indah Eka Budiarti mengalami banyak adrenalin (ketakutan) selama perjalanan menuju pantai licin. Jalanan pegunungan yang berkelok, terjal, dan dipenuhi tantangan.  Tapi, wisatawan asal Sorong ini sangat merasa senang setelah sampai pada pantai licin. Marlinda sangat mengagumi beberapa karang yang ada di pantai licin, karena menurutnya karakteristik dari karang-karang disini unik dan berbeda dengan pantai yang lainnya. Satu hal yang disayangkan olehnya adalah terkait kebersihan dan tidak adanya pedagang makanan kecil serta kios-kios penjual souvenir tentang pantai licin itu sendiri. “Saya hanya bisa mengambil foto yang diambil secara pribadi sebagai bukti pernah mengunjungi pantai ini”, ujarnya.

Butuh Uluran Tangan Pemerintah
            Suja’i sebagai ketua dusun Lebaksari sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait infrastruktur jalan untuk mempermudah wisatawan menjamah pantai tersebut. Terangnya, akses jalan dari Lumajang ke Lebaksari dan Lebaksari menuju pantai sudah lumayan memadai karena sudah bisa dijangkau oleh kendaraan beroda dua. Namun, akses jalan dari Desa Lebakharjo menuju Lebaksari inilah yang perlu diperbaiki dan membutuhkan bantuan akomodasi dari pemerintah.
            Jelasnya, Suja’i dan beberapa tokoh masyarakat sudah menghadap pemerintah dan menyampaikan permintaan bantuan kepada Rendra Krisna selaku bupati Malang pada bulan September 2013. Dan dijanjikan akan mendapat bantuan dari pemerintah berupa pembuatan jembatan dam lintas (sesek) pada tahun 2014 mendatang.
          Bantuan berupa infrastruktur ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian warga setempat. Sulitnya akses jalan sangat mempengaruhi lonjakan harga pangan untuk masyarakat Lebaksari. Contohnya seperti harga pisang yang mempunyai selisih berkisar 2.000- 4.000 rupiah dengan harga di daerah lain.  

Penulis : Marisa Miftakhul Jannah
Kegiatan : Tugas Up Grading Bestari UMM 2013
           





0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news