Hembusan
angin sepoi-sepoi di bawah pohon rindang diikuti oleh gemericik suara ombak
pantai yang malu-malu menunjukkan pesonanya. Panorama indah yang bisa
dinikmati oleh wisatawan di tepi pantai Licin Dusun Lebaksari Desa Lebakharjo
Kabupaten Malang. Pantai yang masih perawan ini belum banyak dijamah oleh para
pengunjung, sehingga pemandangan yang terlihat masih alami dan asri.
Sejarah Pantai
Licin
Warga Lebakharjo merupakan salah
satu masyarakat yang turut serta dalam penemuan pantai ini. Segenap warga di
beberapa dusun saling gotong-royong untuk membuat jalan menuju pantai dengan
menggunakan cangkul dan alat tradisional lainnya. Harapan dari bakti merintis
jalan, jalur ini bisa ditempuh oleh
kendaraan dan dikenal oleh wisatawan sehingga mereka bisa ikut menikmati
keelokan pantai licin. Keterbatasan alat dan akomodasi untuk perbaikan jalan
memang sedikit terhambat karena aktor yang berperan barulah warga setempat
tanpa adanya bantuan dari pemerintah, terang Mauji ketua Rukun Tetangga (RT)
Desa Lebakharjo.
Pernyataan itu dilengkapi oleh Suja’i, ketua dusun
Lebaksari bahwa awalnya, pantai elok di
dusun licin ini diberi nama pantai putih. Setelah pemerintah mencanangkan
(PLBBM) yaitu program dari kelautan, nama pantai ini dirubah menjadi pantai
licin oleh kelompok nelayan yang tergabung dalam Licin Jaya sekitar tahun 2006.
“Perubahan nama pantai ini juga diikuti oleh nama dusunnya dari dusun Licin
menjadi dusun Lebaksari,” jelasnya.
Lebakharjo dan
Pantai Licin sebagai Pariwisata Internasional
Mauji melanjutkan penjelasannya
terkait desa Lebakharjo dan pantai licin tersebut. Lebakharjo telah mendapatkan
nama desa (Praja Muda Karana) pramuka, karena perjuangan dari anak pramukalah
yang membuat desa Lebakharjo bisa berkembang dan maju. Di desa ini, telah
sering digunakan untuk perkemahan internasional yang tentunya melibatkan banyak
warga negara asing. Kawasan dan lingkungan yang memadai membuat Lebakharjo
banyak dilirik oleh pramuka dunia. Dan untuk kebersihan wilayah, Lebakharjo
selalu mendapat peringkat pertama.
Dengan adanya potensi dari
Lebakharjo dan adanya dukungan dari pemerintah, Mauji yakin Lebakharjo sekaligus
pantai licin akan menjadi lirikan banyak wisatawan asing. Walaupun jalan yang
ditempuh cukup berliku dan menantang, pesona indah desa Lebakharjo yang
dipenuhi oleh lambang-lambang pramuka sekaligus keelokan keasrian pantai licin
akan membayar semua kelelahan yang telah dirasakan.
Nuansa Alami
sebagai Pesona Pantai Licin
Pantai licin
memiliki pohon-pohon yang masih alami, pohon-pohon besar di tepi pantai yang
nyaman untuk beristirahat sembari menikmati pemandangan pantai dengan hiasan
batu-batu karang yang terlihat megah di
tengah lautan luas. Batu karang ini mempunyai nama seperti manyang,
gunung gede, dan gereja.
Sebelah utara pantai terdapat
Kerangkungan, yaitu daerah pantai yang digunakan untuk matapencaharian nelayan
guna mencari ikan, sehingga terdapat banyak perahu berjejeran. Disana,
pengunjung juga bisa membeli ikan segar dari nelayan sebagai buah tangan. Tidak
hanya itu, ikan laut juga masih bisa dijumpai di bagian selatan pantai licin,
walaupun tidak sebanyak di Kerangkungan, karena pantai bagian selatan ini
memang untuk pariwisata. Namun, pengunjung masih bisa bersantai sambil
memancing di atas batu karang. Tidak membutuhkan waktu lama, dalam beberapa
menit menunggu saja sudah ada ikan yang teperdaya oleh umpan pancing itu.
Marlinda Indah Eka Budiarti
mengalami banyak adrenalin (ketakutan) selama perjalanan menuju pantai licin.
Jalanan pegunungan yang berkelok, terjal, dan dipenuhi tantangan. Tapi, wisatawan asal Sorong ini sangat merasa
senang setelah sampai pada pantai licin. Marlinda sangat mengagumi beberapa
karang yang ada di pantai licin, karena menurutnya karakteristik dari
karang-karang disini unik dan berbeda dengan pantai yang lainnya. Satu hal yang
disayangkan olehnya adalah terkait kebersihan dan tidak adanya pedagang makanan
kecil serta kios-kios penjual souvenir tentang pantai licin itu sendiri. “Saya
hanya bisa mengambil foto yang diambil secara pribadi sebagai bukti pernah
mengunjungi pantai ini”, ujarnya.
Butuh Uluran
Tangan Pemerintah
Suja’i
sebagai ketua dusun Lebaksari sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah
terkait infrastruktur jalan untuk mempermudah wisatawan menjamah pantai
tersebut. Terangnya, akses jalan dari Lumajang ke Lebaksari dan Lebaksari
menuju pantai sudah lumayan memadai karena sudah bisa dijangkau oleh kendaraan
beroda dua. Namun, akses jalan dari Desa Lebakharjo menuju Lebaksari inilah
yang perlu diperbaiki dan membutuhkan bantuan akomodasi dari pemerintah.
Jelasnya, Suja’i dan beberapa tokoh
masyarakat sudah menghadap pemerintah dan menyampaikan permintaan bantuan
kepada Rendra Krisna selaku bupati Malang pada bulan September 2013. Dan
dijanjikan akan mendapat bantuan dari pemerintah berupa pembuatan jembatan dam
lintas (sesek) pada tahun 2014 mendatang.
Bantuan berupa infrastruktur ini
diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian warga
setempat. Sulitnya akses jalan sangat mempengaruhi lonjakan harga pangan untuk
masyarakat Lebaksari. Contohnya seperti harga pisang yang mempunyai selisih
berkisar 2.000- 4.000 rupiah dengan harga di daerah lain.
Penulis : Marisa Miftakhul Jannah
Kegiatan : Tugas Up Grading Bestari UMM 2013

0 komentar:
Posting Komentar